MERDEKA.COM. Sejak 1980-an pelacur lelaki bayaran alias gigolo memang sudah ramai menjadi buah bibir. Kalau dulu, gigolo menaruh lipatan koran di saku celana merupakan sebuah kode bagi wanita pemburu layanan ranjang gigolo.Namun kini eranya berubah. Mereka cenderung lebih rapih dibanding pelacur wanita. Para gigolo umumnya jarang melacurkan diri di pinggir jalan. Mereka memilih pusat belanja elite untuk mencari mangsa, yakni tante-tante berduit tebal.Seperti penuturan AI, 29 tahun, mengaku anggota sebuah komunitas gigolo di Jakarta. ...
Readmore http://ift.tt/TLClEW
Post a Comment