Jakarta (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan baik kekuasaan dan kebebasan merupakan dua hal yang sama-sama bisa disalahgunakan sehingga justru mengganggu tujuan dan cita-cita demokrasi itu sendiri. "Dulu pemegang kekuasaan adalah penguasa, presiden, pada masa pemerintahan otoritarian sehingga cenderung menyalahgunakan kekuasaan," kata Presiden Yudhoyono saat menghadiri silaturahim pers sekaligus peluncuran buku SBY dan Kebebasan Pers di Jakarta, Jumat (5/9) malam. "Sekarang banyak yang menjadi `power holder`, selain eksekutif, parlemen, pers, penegak hukum. ...
Readmore
Post a Comment