MERDEKA.COM. Enam perempuan sudah menunggu dia di sebuah kafe hotel. Dandanan mereka necis. Anting emas besar bergelayut di daun telinga dengan aroma parfum meruap bukan merek abal-abal. Sekali semprot baru hilang sepekan.Begitu juga aksesoris mereka. Tas bermerek sekaligus jam tangan mewah melingkar di pergelangan lengan. Sesekali wanita-wanita itu bersenda gurau kawan lain datang.Hari itu mereka bakal mengocok arisan. Sebuah rutinitas bagi kalangan hawa. ...
Readmore http://ift.tt/1iinwPs
Post a Comment